"...Kartini tidak punya massa, apalagi uang. Yang dipunyai Kartini adalah kepekaan dan keprihatinan dan ia tulislah segala-gala perasaannya yang tertekan itu. Dan hasilnya luar biasa, selain melambungkan nama Kartini, suaranya bisa terdengar sampai jauh, bahkan sampai ke negeri asal dan akar segala kehancuran manusia Pribumi..."
Menceritakan tentang bagaimana pemerintah kolonial Belanda berupaya mengendalikan dan memantau pergerakan kaum nasionalis melalui sistem pengarsipan yang terorganisir.